This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, October 31, 2017

DEFINISI KULIT DAN FUNGSI KULIT

KULIT






Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ essensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastic dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras dan juga bergantung pada lokasi tubuh (Djuanda, 2007:3)

ANATOMI KULIT

Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum (lapisan tanduk) adalah lapisan kulit paling luar. Stratum lusidum merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Stratum granulosum (lapisan keratohialin) merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti diantaranya. Stratum spinosum (stratum malphigi) terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Stratum basale terdiri atas sel-sel yang berbentuk kubus (Djuanda, 2007:3)

Lapisan dermis/korium merupakan lapisan bawah epidermis, yang terdiri dari jaringan ikat yang mempunyai dua lapisan yaitu pars papilaris, yang merupakan sel fibroblast yang berfungsi memproduksi kolagen dan retikularis yang terdapat banyak pembuluh darah, limfe, akar rambut, kelenjar keringat dan kelejar sebasea.

Lapisan subdermis merupakan lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Lapisan subdermis juga merupakan jaringan adipose yang berfungsi sebagai bantalan antara kulit dan struktur internal seperti otot dan tulang. Fungsi subdermis sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan pengaturan panas, sebagai bantalan terhadap trauma serta sebagai tempat penumpukan energi (Majid,2013:3)

FUNGSI KULIT

1. Fungsi proteksi : Keratin melindungi kulit dari mikroba, lipid yang dilepaskan mencegah evporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi, sebum mencegah kulit dan rambut dari kekeringan, pigmen melanin melindungi dari efek sinar UV, sel lngerhans berperan sebagai sel imun

2. Fungsi adsorbsi : Kulit tidak menyerap air tapi bisa menyerap material larut didalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Kemampuan absorbsi dipengaruhi tebal tipisnya kulit penyerapan berlangsung melalui sel-sel epidermis.

3. Fungsi ekskresi : Kelenjar sebasea merupakan kelejar yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan lipis yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Kelenjar keringat setiap harinya sebanyak 400 ml air

4. Fungsi persepsi : Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Panas diperankan oleh badan-badan Ruffini, dingin diperankan oleh badan-badan Krause, rabaan diperankan oleh badan taktil Meissner, tekanan diperankan oleh badan Paccini

5. Fungsi pengaturn suhu tubuh : Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh melalui dua cara yaitu pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah dipembuluh kapiler

6. Fungsi pembentukan vitamin D : Sintesis vitamin D dilakukan dengan cara mengaktivasi precursor 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar ultrviolet (Majid,2013:5-8)

DARI MANA MADU DIDAPATKAN ?, DAN APA SAJA MANFAAT DARI MADU, KANDUNGAN MADU, KEGUNAAN MADU DALAM MENGATASI PENYAKIT SEDANG DAN BERAT

Lebah merupakan hewan yang dapat menghasilkan berbagai produk yang berkhasiat bagi kesehatan, salah satunya adalah madu yang mampu mengobati berbagai penyakit ringan hingga penyakit berat sekalipun (Hotnida, 2011:5)



MADU

Madu berasal dari nektar atau sari bunga tanaman yang dikumpulkan oleh lebah setiap harinya. Seekor lebah memproduksi sekitar sepuluh gram madu setiap hari, untuk itu ia harus berangkat dan pergi berburu serta mengangkut nectar sebanyak enam puluh kali (Sulaiman, 2012:42)


FUNGSI MADU/MANFAAT MADU

  1. Meningkatkan berat badan anak yang lemah
  2. Memperbaiki kadar hemoglobin dalam darah
  3. Mencegah ngompol
  4. Menyembuhkan panas dalam
  5. Menyembuhkan sariawan
  6. Meningkatkan kekebalan tubuh
  7. Bermanfaat untuk kecantikan kulit
  8. Menyembuhkan jerawat
  9. Menambah kecerdasan dan daya ingat
  10. Menyembuhkan luka dengan cepat (Suparni, 2012:305)


KANDUNGAN MADU

Madu mengandung air 20%, karbohidrat sekitar 80%, protein, sejumlah vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6), vitamin C, sodium, pottasium, kalsium, magnesium, mangan, zat besi, tembaga, fosfor, belerang, kadar zat gula mencapai 75% hingga 80%. Jenis gula yang terkandung dalam madu lebah jumlahnya mencapai 15 jenis dan juga mengandung berbagai hormone (Suliman, 2012:43-44)



KEGUNAAN MADU DALAM MENGATASI PENYAKIT SEDANG DAN BERAT

Madu telah digunakan untuk menyembuhkan penyakit asma, membersihkan dan mempercepat penutupan luka-luka yang terkontaminasi, luka bernanah, luka bakar, infeksi tulang, penyakit lambung, penyakit usus, penyakit khusus di mata, penyakit kulit, penyakit reproduksi, penyakit jantung, keracunan yang terjadi, penyakit saraf serta penyakit kejiwaan dan penyakit lainnya (Sulaiman,2012:40)


PENGERTIAN DAN BERBAGAI MANFAAT AROMATERAPI

AROMATERAPI




Gambar minyak aromaterapi




Di bidang kesehatan, minyak atsiri digunakan sebagai aromaterapi. Aroma yang muncul dari minyak atsiri dapat menimbulkan efek menenangkan yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai terapi psikis atau mental. (Armando, 2009:6)

Aromaterapi adalah cara penyembuhan dengan menggunakan konsentrasi minyak essensial yang sangat aromatik, yang diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan. Setiap bagian dari tanaman bisa menghasilkan minyak atsiri tetapi sering kali hanya dalam jumlah sedikit. (Giddes and grosset,2000:225)


HORMON TUMBUHAN

Aromaterapi merupakan pengobatan dengan menggunakan kekuatan dari tumbuhan, minyak essensial yang mengandung zat yang digunakan tumbuhan untuk mempertahankan diri terhadap serangan dari luar, seperti hama dan serangga. Zat tersebut adalah hormon tanaman.

Dietrich Gumbel dari Jerman pernah meneliti tumbuhan dan menemukan bahwa manusia dan tumbuhan punya kesamaan dalam hal hormon, enzim, dn susunan kimia di dalam tubuh. Bagian atas tumbuhan memiliki efek penyembuhan pada bagian kepala manusia dan menembus epidermis kulit. Bagian daun dan ranting mempunyai efek penyembuhan pada jantung dan paru-paru dn menembus dermis kulit. Bagian akar dan kayu berkhasiat menyembuhkan bagian perut manusia. (Hidayati, 2005:108-109)


AROMA YANG MENYEMBUKAN

Keluhan terhadap stress dapat diatasi dengan terapi holistik. Salah satunya adalah aromaterapi, terapi yang mengggunakan minyak essensial dari bunga, pohon atau tanaman lainnya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani serta ketenangan jiwa dan pikiran. Efek terapi ini dapat dirasakan hanya dengan menghirup uap beraroma yang berasal dari minyak essensial tersebut.

Aroma minyak essensial dipercaya dapat mengaktifkan zat-zat kimiawi dalam otak yang digunakan untuk "berkomunikasi" dengan sistem saraf dan organ tubuh lainnya. Bukan hanya itu, rasa nyeri dan keluhan-keluhan fisik lainnya pun akan berkurang.

Semua tanaman yang digunakan untuk aromaterapi memang terkenal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Satu jenis minyak tidak hanya dapat mengatasi satu keluhan, melainkan juga beberapa keluhan lainnya. Selain itu, dapat meringankan sakit kepala, batuk, pilek, insomnia, sakit perut, depresi, pembengkakan dan lain-lain. (Hidayati, 2005:113-114)


CARA KERJA AROMATERPI

Menghirup minyak aromaterapi sendiri dianggap sebagai cara penyembuhan yang langsung dan cepat. Hal ini terjadi karena molekul-molekul dari minyak essensial yang mudah menguap bereaksi langsung pada organ penciuman dan langsung dipersepsikan oleh otak. Cara ini disebut inhalasi atau menghirup uap.

Penghirupan uap dengan minyak essensial merupakan cara yang sangat baik dan terus dilakukan  sepanjang zaman untuk menghindari gejala-gejala masuk angin, flu, sakit kepala dan stress, dan dapat berguna bagi kulit yang berminyak. Namun, penghirupan uap harus dihindari oleh penderita asm jika tidak dibawah pengawasan praktik medis, karena kadang-kadang uap dapat mengganggu paru-paru. (Giddes and Grosset, 2000:229-230)

Penyerapan kulit (topikal) dalam bentuk minyak pijat, lotion, parfume, cologne. Minyak essensial dapat menembus sampai lapisan kulit yang paling dalam tempat terdapatnya pembuluh darah dan getah bening, kemudian beredar keseluruh tubuh menuju organ sasaran.  (Hidayati, 2005:229)

Sehingga memberikan pengaruh penyembuhan dan menguntungkan pada berbagai jaringan dan organ internal. Minyak akan dipilih secara khusus untuk menyesuaikan tempermen pasien dn juga untuk mengatasi berbagai persoalan medis dan emosional tertentu yang dapat menyusahkan dirinya. (Giddes and Grosset, 2000:229)


KONDISI-KONDISI YANG DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN AROMATERAPI

 Banyak kondisi dan gangguan tubuh yang bisa diatasi dengan aromaterapi dan terapi ini dianggap sebagai pengobatan yang sangat tepat untuk segala kelompok usia. Terapi ini khususnya cocok untuk berbagai kondisi kronis jangka panjang dan penggunaan minyak essensial diyakini oleh para ahli terapi dapat mencegah berkembangnya beberapa penyakit.

Berbagai kondisi yang dapat diredakan dengan aromaterapi antara lain : nyeri anggota badan, otot dan persendian yang disebabkan oleh gangguan radang atau rematik. Keluhan pernafasan, gangguan pencernaan, kondisi kulit, infeksi tenggorkan dan mulut, infeksi saluran kencing dan berbagai persoalan yang memengaruhi rambut dan kulit kepala, nyeri datang bulan, terbakar, gigitan dan sengatan serangga dan encok dapat disembuhkan dengan aromaterapi.

Aromaterapi sangat efektif untuk menghilangkan stres dan berbagai gejala yang berhubungan dengan stres seperti kecemasan, insomnia dan depresi. Banyak minyak essensial yang dapat digunakan secara aman dirumah dn berbagai teknik dasar penggunaannya dapat segera dikuasai. Namun sebagian teknik hanya boleh digunakan oleh ahli aromaterapi yang sudah terlatih. (Giddes and Grosset, 2000:229) 


Monday, October 30, 2017

DEFINISI MINYAK ATSIRI BESERTA CARA PENYIMPANANNYA

MINYAK ATSIRI


minyak atsiri cengkeh


Minyak Atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. MInyak atsiri disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak essensial karena pada suhu biasa mudh menguap di udara terbuka. Dalam keadaan murni dan tidak tercemar, minyak atsiri biasanya tidak berwarna. (Gunawan, 2010:106)

Selama penyimpanan akan mengental dan berwarna kekuningan atau kecoklatan. Hal tersebut terjadi karena adanya pengaruh oksidasi dan resinifikasi (berubah menjadi dammar atau resin). Untuk mencegah atau memperlambat proses oksidasi dan resinifikasi tersebut, minyak atsiri harus dilindungi dari pengaruh sinar matahari. (Koensoemardiyah, 2010:2)


MINYAK ATSIRI DALAM TANAMAN

Minyak atsiri dihasilkan didalam tubuh tanaman dan kemudian disimpan dalam berbagai organ, Penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri dibuat dalam kelenjar minyak atsiri. Kelenjar minyak atsiri ada yang terdapat di dalam tanaman (kelenjar internal) dan diluar tanaman (kelenjar eksternal). (Koensoemardiyah,2010:3)


KADAR MINYAK ATSIRI DALAM TANAMAN

Kadar minyak atsiri dalam tanaman dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan tahap perkembangannya. Kadar minyak atsiri dalam tanaman berlainan pada setiap kondisi perkembangan tanaman. Suatu penelitian menemukan bahwa minyak atsiri lebih banyak terbentuk pada tanaman yang hidup di tempat yang terkena cahaya.

Kandungan minyak atsiri juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Misalnya suhu udara, kelembaban, komposisi mineral, dan kandungan air pada tempat tumbuh. Pengaruh tersebut berlainan untuk setiap tanaman. (Koensoemrdiyah, 2010:11)


PENYIMPANAN MINYAK ATSIRI

Minyak atsiri sebaiknya disimpan dalam wadah berbahan dasar kaca yang gelap (botol berwarna cokelat atau biru gelap) untuk mengurangi sinar yang masuk. Selain itu botol penyimpanan harus terisi penuh agar oksigen udara yang ada dalam ruang udara tempat penyimpanan tersebut kecil. Apabila minyak atsiri dalam botol hampir habis, maka perlu dituang kedalam botol yang lebih kecil. (Koensoemardiyah, 2010;2)

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terjadi perubahan komposisi minyak atsiri yang disebabkan oleh perlakuan penyimpanan. Penyimpanan minyak atsiri dilakukan dalam ruangan atau gudang pada suhu ruangan. Hal ini dimaksudkan agar mutu minyak tidak rusak akibat suhu yang terlalu panas atau suhu terlalu dingin. (Armando, 2009:103)

DEFINISI DAN METODE DESTILASI UAP AIR

DESTILASI UAP AIR



Gambar Destilasi Uap Air



Destilasi disebut juga dengan sistem penyulingan, merupakan pengambilan minyak yang tertua, namun masih banyak digunakan. Peninggalan-peninggalan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Mesir dan India kuno sudah mengenal alat penyulingan. Hanya cocok untuk minyak-minyak tanaman yang tidak rusak oleh panas uap air. (Harris, 1987:4)



METODE DESTILASI UAP AIR

Dalam metode penyulingan digunakan alat yang didalamnya mempunyai penyangga berupa lempengan yang berlubang-lubang. Diatas lubang-lubang ini ditempatkan bahan tanaman yang akan disuling. Penyangga berlubang tersebut ditempatkan pada jarak tertentu dari permukaan air.

Bila alat dipananaskan maka air akan mendidih dan uap air akan keluar lewat lubang-lubang itu kemudian keluar lewat pendingin. Dengan demikian, uap air akan kontak dengan minyak atsiri sehingga minyak atsiri akan ikut terbawa keluar oleh uap air dn menguap bersama-sama, kemudian mencapai pendingin.

Setelah mencapai pendingin, uap air yang bercampur dengan minyak atsiri tersebut akan mengembun bersma-sama. Karena minyak dan air tidak dapat bercampur maka kedua cairan tersebut akan dipisahkan dengan cara lain. Uap air selalu jenuh, basah dan tidak akan superheated, suhu dapat dipertahankan sampai 100 derajat Celcius. Bahan tanaman hanya kontak dengan uap air sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan komponen minyak atsiri oleh proses hidrolisis sangat minim. (Koensoemrdiyah, 2010:23-24)


PENGERTIAN JERUK MANIS (Citrus aurantium) BESERTA KLASIFIKASI, MORFOLOGI DAN KANDUNGAN KULITNYA

JERUK MANIS (Citrus aurantium)


Jeruk Manis



Jeruk manis adalah salah satu varietas jeruk yang memiliki rasa manis, telah lama dikenal sebagai buah dengan rasa segar dan bergizi baik. Selain sangat kaya vitamin dan mineral, jeruk juga mengandung serat makanan yang essensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh normal. (Kumalaningsih, 2006:43)

Klasifikasi Tanaman Jeruk Manis

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Rutales
  • Famili : Rutaceae
  • Genus : Citrus
  • Spesies : Citrus aurantium (Pracaya, 2009:5)
Morfologi Tanaman Jeruk Manis

Pohon jeruk manis bisa mencapai ketinggian 6-10 m, mempunyai duri, ranting muda bersudut, bercabang rendah, bentuk mahkota pohon bulat dan kerimbunannya sedang. Akaar tunggang (bercabang besar, panjang), akar serabut (bercabang pendek kecil), dan mempunyai beberapa akar rambut. Akar tunggang bila mencapai tanah keras atau tanah yang terendm air akan berhenti. Namun, bila tanahnya gembur bisa mencapai 4 m. Makin banyak unsur hara didalam tanah, akar lebih bebas menembus tanah. Akar cabang yang mendatar bisa mencapai 6-7 m.

Daun berbentuk bulat telur (elips), panjangnya lebih kurang 5-15 cm dan lebar 2-8 cm. Ujungnya runcing, sedikit tumpul dan biasanya sedikit berlekuk. Bagian tepi daun kadang-kadang bergerigi halus, tidak berbulu pada kedua permukaanya. Permukaan atas berwarna hijau tua mengilat dengan titik-titik kuning muda, permukaan bawah berwarna hijau muda. Mempunyai cabang berjumlah 7-15 pasang. Tangkai daun pendek, setengah pendek, panjang 0,5-3,5cm dan lebar 0,2-1,5cm.

Bunga tumbuh pada ketiak daun, tunggal atau dalam rangkaian. Berbau sangat harum, kelopak berbentuk mangkuk bergaris tengah. Mahkota bunga berjumlah 5 helai, warnanya putih atau putih kekuningan. Berbentuk bulat telur (elips) memanjang. benangsari berjumlah 20-30  buah.

Buah jeruk manis berukuran besar, tangkainya kuat. Bentuknya bulat, bulat lonjong, atau bult rata dengan bagian dasar bulat atau ujungnya bulat. Bergerigi tengah 4-12 cm. Buah masak berwarna orange, kuning atau hijau kekuningan, berbau sedikit hrum, agak halus, tidak berbulu, kusam dan sedikit mengilat. Kulit buah tebalnya 0,3-0,5 cm. Dari tepi berwarna kuning atau orange tua dan makin kedalam berwarna putih kekuningan sampai putih, berdaging dan kuat melekat pada dinding buah. (Pracaya, 2009:6-11)

Kandungan Kulit Buah Jeruk Manis

Kulit jeruk manis


Kandungan air didalam kulit buah 70-83%, asam melonat (asam organik), vitamin C, inositol, beta carotene yang membentuk vitamin A, minyak terbang limonene, linalool, linalil,serta terpinol yang mempunyai efek penenang. Bermanfaat sebagai aromaterapi alami yang dapat menghilangkan stres (Pracaya, 2009:143-144)


KEGUNAAN, MORFOLOGI, DAN KANDUNGAN DARI KULIT ATAU BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)

JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)


Buah Jeruk Nipis



Jeruk nipis berasal dari kepulauan hindia timur dan sekarang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Jeruk nipis digunakan sebagai penyedap masakan, minuman penyegar, bahan pembuat asam sitrat, melunakkan daging, membersihkan karat pada logam atau kulit yang kotor, air perasan buahnya kaya vitamin C. (Dalimartha, 2011:48)

Klasifikasi Tanaman Jeruk Nipis

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Rutales
  • Famili : Rutaceae
  • Genus : Citrus
  • Spesies : Citrus urantifolia (Pracaya,2009:145)
Morfologi Tanaman Jeruk Nipis

Memiliki batang yang tergolong dalam batang berkayu (lignosus) yaitu batang yang biasanya keras dan kuat. Batangnya berbentuk bulat, berduri, pendek, kaku dan juga tajam. Selain itu arah tumbuh batangnya mengangguk, dimana batangnya tumbuh tegak lurus keatas tetapi ujungnya membengkok kembali kebawah.

Daunnya berwarna hijau dan berwarna segar, tetapi kalau sudah tua warna kulitnya menjadi kuning, tangkai daun bersayap sempit. Helaian daun berbentuk jorong sampai bundar telur lonjong, pangkal bulat, ujung tumpul, tepi beringgit, permukaan atas berwarna hijau tua mengilap, permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda, panjang 2, 5-9 cm dn lebar 2,5 cm.

Buahnya berbentuk bulat sampai bulat telur, diameter 2,5-5 cm, berkulit tipis tanpa benjolan, permukaan licin dan berkulit tipis kulit buahnya memiliki 3 lapisan. Kulit buah rata atau berbenjol. Bunga majemuk, tersusun dalam malai yang keluar dari ketiak daun, bunga berbentuk bintang, diameter 1,5-2,5 cm, berwarna putih, baunya harum. (Pracaya, 2009:146-147)

Kandungan Kulit Buah Jeruk Nipis

Kulit Buah Jeruk Nipis


Vitamin C yang lebih banyak di banding jenis jeruk lain, vitamin A, vitamin B1, sitronela untuk zat-zat anti-nyamuk. Mengandung minyak atsiri dari golongan monoterpene yaitu limonene dan linalool. Limonene berkhsiat sebagai ekspektoran, sedatif dan aromatik. Linalol juga aromatik, antijamur, ntibakteri dan sedatif. (Dalimartha,2011:49)